by P.A. - Transport Planner
Source: Bappenas, 2023
1.
Judul:
§
Deskriptif
§
Jelas
§
Ringkas
§
Menarik
§
Judul sebaiknya membuat pembaca
tergerak untuk melanjutkan membaca dan memuaskan keingintahuan
2.
Abstrak
§
ABSTRAK merupakan gambaran
ringkas, tetapi menggambarkan temuan atau rekomendasi terpilih saja.
§
RINGKASAN adalah sinopsis yang
menggambarkan keseluruhan makalah.
§
Apabila merupakan produk yang
berdiri sendiri dapat merupakan POLICY BRIEF
§
Terdiri dari:
§
Purpose of the paper
§
Definition and description of
the policy problem
§
Evaluation of policy
alternatives
§
Conclusion and recmommendation
3.
Pendahuluan:
§
Pendahuluan merupakan kunci
untuk “membuka pintu” memasuki ruang substansi;
§
Pendahuluan berfungsi
menyiapkan pembaca untuk mengerti setting, konteks dan permasalahan utama
(problem statement) yang hendak dibahas dalam Policy Paper.
§
Mencakup:
§
Context of the policy problem
§
Definition of the policy
problem
§
Statement of intent
§
Methodology and limitations of
the studty
§
Road map of the paper
4.
Analisis dan Pembahasan:
§
Pada bagian ini disajikan
teori, konsep, peraturan, kebijakan yang sudah ada atau referensi lainnya yang
relevan dan akan digunakan untuk menganalisis isu/permasalahan yang dinyatakan
di dalam Problem statement.
§
Berdasarkan hasil analisis dan
pembahasan tersebut akan menghasilkan opsi opsi atau beberapa pilihan kebijakan
yang mungkin menjadi solusi penyelesaian masalah.
§
Alternatif-alternatif kebijakan
tersebut dapat juga merupakan pilihan kebijakan yang sudah pernah dilakukan
instansi lain/ negara lain yang pernah menghadapi permasalahan sejenis.
§
Detil alternatif kebijakan yang
kita tawarkan, bisa diperoleh dari hasil diskusi pakar, hasil kajian, hasil
penelitian, artikel jurnal, prosiding, buku, atau referensi lain yg relevan.
§
Pilihan Kebijakan:
§
Bagian ini mendiskusikan
berbagai kemungkinan bagaimana permasalahan yang dibahas pada bagian sebelumnya
bisa diselesaikan. Penulis Policy Paper, harus menemukan sebanyak mungkin
pilihan yang secara logis akan menjadi solusi penyelesaian masalah;
§
Bagian ini mendiskusikan
kerangka analisis yang hendak digunakan untuk menilai berbagai alternatif
kebijakan yang diusulkan. Kerangka analisis biasanya disusun berdasarkan
konsep, metode atau teori yang relevan, sehingga dapat merupakan metodologi dan
kriteria penilaian dan pemilihan opsi-opsi kebijakan terbaik. Ketersediaan
sumber daya dapat juga merupakan salah satu kriteria pemilihan opsi kebijakan;
§
Posisi penulis sebagai
evaluator perlu dijelaskan juga;
§
Bagian ini mendiskusikan dan
mengevaluasi (menilai dan memilih) pilihan kebijakan berdasarkan kerangka
analisis yang dipakai.
§
Kriteria Analisis Kebijakan
§
Dalam menetapkan kriteria
evaluasi suatu kebijakan ada beberapa cara yang dapat digunakan, yaitu 1)
rumusan sasaran dan tujuan harus jelas dan spesifik (tidak ambigu), dan 2)
karena tidak ada rumus baku dalam merumuskan dan menetapkan kriteria, maka kriteria
dapat dipelajari sambil kita melakukannya.
§
Sebelum menetapkan kriteria
dalam pengambilan keputusan, maka diperlukan pendefinisian permasalahan yang
sangat jelas, dan perumusan sasaran yang lebih spesifik serta tujuan yang
terukur dari apa yang akan dicapai dari kegiatan memecahkan masalah publik.
Keberadaan kriteria dalam analisis kebijakan menggambarkan adanya aturan main
yang jelas dan harus diikuti oleh analis kebijakan.
§
Bardach (2012) membagi kriteria
tersebut menjadi 4 kriteria yaitu technical feasibility, Economic and
financial possibility. Political viability, dan Administrative
operatibility. Sedangkan, Dunn (1999) membaginya dalam 6 kriteria yaitu efektivitas,
efisiensi, kecukupan (adequacy), kesamaan (equity),
Responsivitas (responsiveness), dan kelayakan (appropriateness).
5.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Kebijakan
§
Kesimpulan merupakan sintesa
dari temuan utama yang dibahas pada bagian analsis dan pembahasan
pilihan-pilihan kebijakan. Bukan mengulang paragraf atau kalimat (copy-paste)
bagian sebelumnya;
§
Rekomendasi kebijakan harus
benar benar memiliki keterkaitan substansi dengan rumusan masalah dan
analisis/pembahasan masalah (koherensi).
§
Kriteria rekomendasi kebijakan
yang baik antara lain:
§
menjawab permasalahan utama.
§
Jelas ditujukan kepada siapa
dan level penentu kebijakan/pengambil keputusan.
§
Menjelaskan hal konkrit dan
tahapan yang harus dilakukan oleh penentu kebijakan atau pengambil keputusan.
§
Rekomendasi kebijakan bukan
merupakan kegiataan teknis (misalnya “perlunya melakukan diskusi atau FGD”);
§
Bagian penutup dapat mengungkap
beberapa catatan atau keterbatasan yang tidak tercakup pada Policy Paper ini,
tetapi penting untuk ditindaklanjuti.
6.
Catatan Akhir/Endnotes
§
Memberikan diskusi tambahan
atau definisi dari kata yang ada dalam makalah.
§
Menjadi kebiasaan dalam
penulisan makalah kebijakan bahwa teks utamanya tidak dipenuhi oleh catatan
kaki, namun semua catatan digeser menjadi catatan akhir.
7.
Daftar Pustaka
8.
Appendix
§
Dokumen tambahan yang mendukung
argumen yang dikembangkan dalam makalah.
§
Sifatnya optional, perlu
dipertimbangkan benar-benar.
§
Biasanya pertimbangannya adalah
informasi yang terlalu detail, yang mengganggu keseluruhan logika yang
dikembangkan dalam makalah, namun perlu diceritakan karena berbagai
pertimbangan.
9.
Bibliography
§
Mendokumentasikan semua situasi
yang dipergunakan dalam tulisan.
§
Bacaan yang membantu penulisan
makalah, namun tidak dikutip dalam sitasi.
§
Statistik dan data yang
dipakai.
No comments:
Post a Comment