Monday, June 2, 2025

Kajian kebijakan terhadap Studi Evaluasi Manfaat Pembangunan Pelabuhan Sabutung Strategi Pengembangan Infrastruktur Transportasi Laut di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan

 Kajian kebijakan terhadap Studi Evaluasi Manfaat Pembangunan Pelabuhan Sabutung: Strategi Pengembangan Infrastruktur Transportasi Laut di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan


By P.A. - Sea Transport Planner (01.07.2024)


Abstrak

Artikel ini mengkaji manfaat pembangunan Pelabuhan Sabutung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya pengembangan infrastruktur transportasi laut. Menggunakan metodologi evaluasi komprehensif, studi ini menganalisis dampak pembangunan pelabuhan terhadap aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan transportasi. Hasil menunjukkan bahwa Pelabuhan Sabutung memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi regional, meskipun terdapat tantangan dalam optimalisasi manfaatnya. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada peningkatan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, dan integrasi dengan sektor ekonomi lokal.



1. Pendahuluan

Pelabuhan Sabutung, yang terletak di Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, merupakan pelabuhan pengumpan lokal yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antar pulau di wilayah tersebut. Pembangunan pelabuhan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang menekankan asas manfaat dalam pengembangan infrastruktur transportasi laut. Evaluasi manfaat pembangunan Pelabuhan Sabutung penting dilakukan untuk memastikan efektivitas investasi infrastruktur dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

 

2. Rumusan Masalah:

a.      Bagaimana dampak pembangunan Pelabuhan Sabutung terhadap aspek ekonomi, sosial, dan transportasi di Kabupaten Pangkep?

b.      Apa tantangan utama dalam mengoptimalkan manfaat Pelabuhan Sabutung?

c.      Strategi apa yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan Pelabuhan Sabutung?

 

3. Metode:

Studi ini menggunakan pendekatan evaluasi komprehensif dengan metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui survei lapangan, analisis dokumen, dan Focus Group Discussion (FGD). Evaluasi mencakup aspek ekonomi, transportasi, sosial kependudukan, kewilayahan, finansial, pelayanan transportasi, dan lingkungan. Analisis data menggunakan metode before/after, trend analysis, with/without comparison, dan indeks rasio. Strategi optimalisasi dirumuskan menggunakan Matriks IPA (Importance-Performance Analysis) dan analisis SWOT.

 

4. Hasil dan Pembahasan:

  • Dampak Ekonomi: Pelabuhan Sabutung berkontribusi pada peningkatan PDRB sektor transportasi dan pergudangan Kabupaten Pangkep, yang mencapai 709 miliar rupiah pada tahun 2023.
  • Konektivitas: Pelabuhan meningkatkan aksesibilitas Pulau Sabutung, dengan jarak tempuh 30 menit ke Pelabuhan Maccini Baji, mendukung mobilitas penduduk dan barang.
  • Sosial Kependudukan: Terjadi peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar pelabuhan, namun perlu upaya lebih lanjut untuk meningkatkan IPM dan mengurangi disparitas pembangunan.
  • Tantangan: Optimalisasi pelabuhan terhambat oleh keterbatasan infrastruktur pendukung, SDM, dan integrasi dengan sektor ekonomi lokal.
  • Potensi Pengembangan: Sektor perikanan dan pariwisata memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui peningkatan fungsi pelabuhan.

 

5. Kesimpulan:

Pembangunan Pelabuhan Sabutung menunjukkan dampak positif terhadap konektivitas dan ekonomi lokal, namun masih memerlukan optimalisasi untuk memaksimalkan manfaatnya. Tantangan utama meliputi pengembangan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas SDM, dan integrasi dengan sektor ekonomi unggulan daerah. Pelabuhan ini memiliki potensi signifikan untuk mendukung pertumbuhan sektor perikanan dan pariwisata di Kabupaten Pangkep.

 

6. Rekomendasi:

  1. Peningkatan infrastruktur pendukung pelabuhan, termasuk fasilitas penyimpanan dan pengolahan hasil perikanan.
  2. Pengembangan program pelatihan SDM untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan operasional pelabuhan.
  3.  Implementasi teknologi smart port untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan.
  4. Integrasi pengembangan pelabuhan dengan rencana pengembangan sektor perikanan dan pariwisata Kabupaten Pangkep.
  5. Penguatan kerjasama antara pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, dan masyarakat lokal dalam optimalisasi manfaat pelabuhan.
  6. Implementasi program pengelolaan lingkungan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sekitar pelabuhan.

 

Referensi:

  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
  • Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional
  • Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan
  • Laporan Pendahuluan Studi Evaluasi Manfaat Pembangunan Infrastruktur Transportasi Laut Lokasi Pelabuhan Sabutung, Kab. Pangkajene dan Kepulauan, Prov. Sulawesi Selatan, 2024
  • Data PDRB Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, 2019-2023


No comments:

Post a Comment